Advertisements

#GearTips Memilih Sleeping Bag Naik Gunung

Biasakan membaca sampai selesai, bijaklah dalam mengambil kesimpulan dari sebuah artikel. Beberapa artikel dibagi menjadi beberapa halaman. 
Silahkan Share dan beri respon saran kritik jika sobat meyukai artikel ini
Situs ini menyediakan halaman khusus jika sobat ingin menulis sesuatu dihalaman berikut : Ayo menulis. Tinggal tulis saja, tanpa perlu registrasi
Sobat pasti punya gear buat naek gunung, share aja reviewnya di sini

#GearTips Memilih Sleeping Bag untuk Naik Gunung. Sebelum membahas tips memilih sleeping bag naik gunung, selayaknya sobat harus mengetahui manfaat dan kerugian ketika membawa sleeping bag saat naik gunung.

perlengkapan dan peralatan naik gunung untuk pemula
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Pinterest
  • LinkedIn

perlengkapan dan peralatan naik gunung


Memang wajib ya membawa sleeping bag saat naik gunung??? Para porter itu ko cuma pake sarung ya? tuing-tuing.

Fungsi Sleeping Bag

Sleeping bag atau kantong tidur fungsi utamanya adalah menjaga tubuh agar tetap hangat saat tidur, atau bisa juga dipakai saat acara mendongeng sampai pagi di teras tenda. Sudah, tidak lebih dari itu. Emmm jadi bantal kali ya genius sekali sob, punya sleeping bag buat bantal tapi berselimutkan sarung

Lalu wajibkah membawa sleeping bag? Seberapa penting sleeping bag saat naik gunung?

Artikel Terkait   #GearTips Berapa biaya membeli perlengkapan dan peralatan naik gunung untuk pemula

Pertanyaan “seberapa penting sleeping bag saat naik gunung?” mempunyai jawaban beragam. Silahkan baca artikel berikut mengenai tips membeli alat gunung.

Ingat sob, jika tujuan naik gunung masih di wilayah Indonesia, tau sendiri kan, sedingin apa sih puncak gunung di Indonesia? Bila dibandingkan dengan negara yang jauh dari garis khatulistiwa.

Sleeping bag harga 750 ribuan itu sudah cukup bagus. Yang versi pelajarnya ada sleeping bag 100ribuan dengan bahan polar dan inner yang tiiifiisss namun ringan dan jika lama-lama dipakai akan semakin menifis.

Kenapa saat terjaga tubuh terasa panas namun terasa dingin saat tidur ?

Karena jika bergerak manusia menghasilkan panas yang lebih banyak daripada saat tidur/diam.

Cara kerja sleeping bag adalah menjaga tubuh tetap hangat dengan cara menahan udara keluar masuk. Udara yang hangat berasal dari tubuh kita (berdarah panas ya sob) alias menghasilkan panas. Itulah mengapa hampir setiap sleeping bag pasti bisa ditutup full sampai kepala. Nah sleeping bag level paling bawah akan membuat nafas menjadi tersengal sengal, namun sleeping bag level kakap tidak membuat sesak nafas namun tetap hangat, karena tipe udara melewati system insulasi (yg bahan sintetis atau bulu)

Artikel Terkait   #GearReview Jam Tangan Outdoor Casio AQF 102W

Semakin sempit ruangan akan semakin sedikit udaranya akibatnya semakin mempercepat suhu tubuh menjadi panas.

Berat dan dimensi Sleeping Bag

Dengan fungsi buat tidur sekitar 6-8 jam saat malam, tapi memakan hampir seperempat backpack dengan berat hampir 1.5kg? hemmm I don’t think so. Saya lebih suka memakai Sleeping bag yang ringan, kecil dan mudah saat dilipat jadi tidak memakan tempat, walaupun bahannya tifis. Kecuali sobat punya dana lebih, bisa membeli sleeping bag yang ultra-weight alias super ringan. Harganya mulai dari 2.5 jutaan tuing-tuing,,, mumet ndahe*.

Saya pernah liat temen bawa sleeping bag yang kerepotan saat membawa, mengambil lalu melipat dan memasukan kembali sleeping bag ke dalam kulkas (baca: tas gunung sob :D).

Tipe Insulasi

Kategori ini hanya untuk sleeping bag yang harganya menjijikan ya sob, harganya membuat bulu roma berdiri bagi saya 😀. Ada yang sintetis atau yang kalis air ?. Hampir sama seperti jaket, ada yang berbahan bulu yang juga sangat ringan, lebih awet dalam menjaga suhu dan tidak membuat kehabisan nafas. Sleeping bag sintetis (polyseter) lebih murah. Intinya semakin mahal, cenderung semakin lebih hangat n ringan.

Artikel Terkait   #GearTips - Cara aman membeli barang outdoor Original

Bila memang ingin membeli sleeping bag yang branded n bermerk, pastikan yang pas ukurannya dan belilah sleeping bag ultraweight sekalian. Akan membuat tidur nyenyak n fresh buat lanjutin perjalanan. Masalah bisa sampai suhu minus sekian derajat, kenyamanan, bahan, awet tidaknya sleeping bag dll, sedikit perbedaannya.

Saya kalo naik gunung terbiasa pake singlet doang, celana pendek, trus pake SB yang seratus ribuan, yang penting telinga, tangan n kaki pake yang gear bagus n bener2 nyaman ya sob. Kaos kaki, sarung tangan n balaclava gear nya kecil2 sob, ngga makan tempat kaya Sleeping Bag

Plus dan Manfaat Sleeping Bag

  • Menjaga suhu tubuh tetap hangat saat tubuh tidak banyak gerak (terutama saat tidur)
  • Membuat nyaman saat tidur sehingga badan lebih fresh saat bangun, tenaga pun dapat kembali segar

Minus dan kerugian Sleeping Nag

  • Hanya dipakai saat malam 6-8 jam
  • Memakan tempat
  • Terkadang susah untuk melipatnya

Bagi sobat yang berkantong tebal, mungkin layak mempertimbangkan membeli Sleeping Bag mulai dari 700ribuan tentunya faktor2 diatas dipertimbangkan lagi, size, seri/tipe, bahan, jenis dll.

Artikel Terkait   #GearReview Trangia mini untuk pendaki solo / biker

Namun jika kantong sobat sudah jebol kanan kiri, tentunya tidak banyak pilihan, yang 200rebuan cukuplah, paling tidak beli yang tidak memenuhi backpack

Finally, saya tidak membahas banyak mengenai sleeping bag, harganya mahal namun fungsinya cuma buat tidur… ingat sob, ada kalanya kamu akan merasakan kangen dan rindu dengan rasanya tidur kedinginan di gunung. Naik gunung itu capek n melelahkan, saat capek dan lelah, dimana aja bisa tidur, kalo kurang anget tidur berpelukan ma temen sebelah hueeeekkkkk.

Apapun merknya dan berapapun mahalnya, semakin sering dipakai, tingkat kenyamanan akan semakin berkurang. Diingat-ingat sob “Belilah sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan”

Punya pengalaman tak terlupakan berkenaan dengan Sleeping Bag??? Share di sini ya sob….

 

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Facebook Comment

5 Respon

  1. Kaze Chan berkata:

    Heuheu bener banget bang bro, harus bijak pilih antara kebutuhan dan keinginan…

    Just share, sejak nikah kan jadi susah buat ngeluangin waktu camping apalagi hiking, banyak pertimbangannya. Pengen beli yg ini itu, ujung2nya pas udah punya ga dieksekusi…

    Sampe mikir buat ngelengkapin kayaknya lebih baik ala kadarnya, toh pasangan jg bukan yg tipe mau diajak jalan. Percuma lengkap branded, kepake cuma setahun sekali. Jadi agak nyesel, dibuang sayang takut nanti kepake, mau dipake ga pernah ada kesempatan ?

    • us jauhari berkata:

      Yg pernah nikah memang disini kendalanya, eh,, sudah nikah maksudnya.
      Walaupun sama2 hobi naik Gunung tetep aja, waktu juga semakin sempit karena tuntutan pekerjaan lebih2 dah punya anak.
      Kalo udah nikah mah memang sudah telat sih om kalo mau beli2 gear, kalo saya pribadi Alhamdulillah perlengkapan esensial kaya backpack, tent, trekking pole, sepatu n stove sudah ada, yg lain mah merk abal2 juga no problem.
      Tapi temen2 saya yg udah punya abk tetep nyempetin walau setahun sekali buat ngumpul, istrinya pun ngga hobi naik Gunung.

  2. Gembel berkata:

    Coba lah bikin yang berkualitas. Kaya kebanyakan jaket branded, mereka jahit di indonesia dengan ongkos kurang dari $30, namun mereka jual lagi dengan harga $300 bahkan lebih, hanya dengan finishing, hangtag dan carelabel

  3. Petualang berkata:

    Ane pake sarung gan, untuk penutup kaki pake karung sak, anget soalnya angin g masuk,, maklum tidur beratapkan langit, g punya budget buat beli sb n tenda 😀

  1. 21 April 2015

    […] Source; djafa.org/geartips-memilih-sleeping-bag-untuk-naik-gunung/ […]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest

Share This