#CatatanPerjalanan - Keindahan Kawah Gunung Kelud. Amazing of Kelud

1
408
Jangan lupa sertakan sumber dengan jelas jika ingin mencopy

Keindahan Kawah Gunung Kelud

Kelud Saat ini

Minggu, 31 Mei 2009 cuaca di kota kediri sangat cerah dan bersahabat. Berangkat dari Gringging (dari Guyangan Nganjuk - jembatan timbang ada perempatan belok kanan lurus terus sampai ada petunjuk jalan, kalau belok kiri ke kediri, ikuti jalan tersebut sampai ada perempatan lalu belok kanan). Jam 08.00 dengan 3 orang temen saya, gandhos, fathur dan kakaknya (mas Jamal). Setelah mengisi bahan bakar sepeda motor kami berangkat. Untuk sampai ke kelud ada beberapa jalur (katanya sih, soalnya saya juga belum hafal rutenya). Yang saya tahu dari pabrik gula Santren terus ada pertigaan belok kanan dan terus ikuti jalan raya (jangan sampai belok ke gang/ jalan aspal kecil). Nanti juga ada petunjuk jalan ko'.

Kebun nanas Kelud
Kebun Nanas di Kaki Gunung Kelud

Keindahan Kawah Gunung Kelud

Memasuki kawasan kelud, di kanan kiri jalan terdapat banyak sekali kebun nanas. Setelah bayar karcis masuk ( 2500/orang) kami meneruskan perjalanan. Untuk mobil untuk sementara tidak bisa masuk, hal ini dikarenakan ada badan jalan yang longsor sehingga tidak memungkinkan mobil untuk lewat.

Lereng Kelud_3
Pemandangan dari Gunung Kelud

Lumayan jauh juga sekitar 1 jam perjalanan menanjak dan berkelak-kelok akhirnya sampai juga. Sayang sekali kabut turun menyebabkan pandangan menjadi agak terhalang.

Sebelum memasuki area kawah kelud terdapat area parkir yang cukup luas, sudah di paving dan aspal sehingga tidak becek ketika hujan.

Artikel Terkait   #TrekkingStory - Pendakian Gunung Sumbing via Garung, Wonosobo
Bersama Kelud
Area Parkir di Gunung Kelud

Gunung Kelud memang tidak begitu tinggi, kurang dari 2000 DPL, udaranya juga tidak begitu menusuk tulang.Dari area parkir kami berjalan kaki menuju kawah.

Keindahan Kawah Gunung Kelud

Agak terkejut juga, karena harus melewati terowongan gelap sekitar 200 m. Saya mencoba mengambil gambar di dalam terowongan, namun hanya berhasil sekali.

Badan Terowongan Kelud
Badan Terowongan yang menembus bukit menuju Kawah Gunung Kelud

Ketika berjalan di terowongan mata tidak bisa melihat apapun kecuali pintu keluar yang mendapat cahaya masuk, yang ada hanya suara obrolan para pengunjung.

Keindahan Kawah Gunung Kelud

Akhirnya kami sampai di kawah, namun sekali lagi sayang seribu kali sayang. Angan-angan untuk mandi air hangat di kawah belum bisa terwujud. Kawah yang dulunya ada sumber airnya sekarang yang keluar adalah bebatuan sekitar 100 m dan akan terus bertambah tinggi. Entah kapan kawah kelud bisa seperti dulu lagi, padahal saya baru sekali ini ke kelud.

Kawah Kelud
Kawah Kelud yang sekarang telah muncul anak gunung Kelud

Puas menikmati panorama alam, kami lantas mencoba untuk mendaki, sudah ada jalan yang diplester. Sampai puncak yang ada hanya tempat peristirahatan, tiada angin, tiada dingin, yang ada hanya kabut.

Puncak Kelud 3
Ini adalah Puncak tertinggi Gunung Kelud yang bisa dan aman di daki

Tak lama kami turun, titik-titik air hujan mulai turun dan bressss,,,, hujan pun turun, namun kami sudah sampai di terowongan sehingga tidak kehujanan.

Melewati terowongan kali ini berbeda, mungkin karena tempatnya yang gelap sehingga banyak pasangan muda-mudi yang berdua-duaan di dalam terowongan, namun tidak terlihat hanya terdengar suaranya saja. Dalam hati, semoga saja mereka melakukan itu karena ketidak tahuan mereka.
Keluar dari terowongan hujan malah semakin deras, memaksa kami untuk berteduh.

Artikel Terkait   #TravelStory - Jalan-jalan di Kampung Bugis Belopa Luwu Sulawesi Selatan

Sekitar satu jam hujan baru reda, sambil menikmati gorengan dan kopi panas kami bersantai sambil meluruskan kaki yang agak pegel.

Namun malah area parkir semakin penuh lantaran banyak pengunjung yang baru datang.

Tidak terlalu puas, kurang begitu menantang. Kami pun pulang, sayang sekali lagi sayang hujan turun lagi dan semakin deras memaksa kami berteduh untuk sementara waktu.

Sambil menunggu hujan reda kami ngobrol sana sini dengan 2 orang pengunjung yang juga berteduh. Tak sengaja kami diingatkan akan jalan yang katanya melawan gravitasi. Jalan tersebut agak menanjak namun sepeda motor akan megelinding naik jika mesin dimatiin dan gigi kondisi nol.

Hujan reda dan kami siap untuk mencoba akan berita itu. Terdapat papan bertuliskan "Mysterius Road". Lalu kami mencoba matiin mesin dan memang benar, motor kami malah menggelinding seperti di turunan. Namun jangan anda bayangkan kalau jalannya nuanjak. Jalannya biasa tidak terlalu nanjak malah kalau dilihat secara teliti seperti datar.

 

Gravitasi kelud
Jalan Misteri. Secara sekilas seperti melawan gaya Gravitasi Bumi

Well, hujan turun lagi dan berteduh lagi. Sekitar jam 02.30 kami sampai di Pabrik tebu Santren dan balik lagi ke gringging.

Buat temen-temen Palawa

Setinggi-tingginya gunung masih tinggi telapak kaki kita!

Seluas-luasnya ilmu kita masih luas setetes air dari lautan.Currently Kelud

Artikel Terkait   Pendakian Gunung Sumbing. Puncak Buntu. Mei 2012

Kediri in the weather is very sunny and friendly. We depart from Gringging. I was with three friends to refuel my bike we were off. To get to Kelud there are a few lines (he said anyway, because I have not memorized the route). What I know of pesantren sugar mills continue to exist and hold-junction turn right and follow the road (not to turn into the alley / lane).

Pineapple Garden at the foot of Kelud Mountain

 

Entering Kelud area, on either side of the road there are a lot of pineapple plantations. After paying admission (2500/orang) we continued our journey. Cars are banned for a while, this is because there is an avalanche-street so as not to allow cars to pass.

Lereng Kelud_3

Pretty much also about 1 hour drive uphill and eventually winding up as well. Too bad the fog down causes the view to be obstructed.

Before entering the crater area Kelud there ample parking area.

 

Parking area at Mount Kelud

 

Kelud is not so high, less than 2000 MPAs, the air is also not so cold. From our parking area a short walk to the crater.

Somewhat surprised, because it must pass through a dark tunnel of about 200 m. I tried taking pictures in the tunnel, but only succeeded once.

Body tunnel that pierces the hill to the crater of Mount Kelud

When walking in the tunnel eye can not see anything except the exit of the light gets in, that there is only voice chat visitors.

Artikel Terkait   #CatatanTrekking - Menjejak Ladang Belerang di Puncak Gunung Welirang

Finally we reached the crater, but unfortunately, the thought of a warm bath in the crater can not be realized. The crater that used to be the source of the water that comes out now is the rocks about 100 m high and will continue to grow.

 

Kelud crater that now has emerged child Kelud

 

Satisfied to enjoy the panorama of nature, we then try to climb. Up top there is only a resting place, no wind, no cold, only fog.

This is the highest peak of Mount Kelud is and is safe

 

Soon we were down, water droplets, rain began to fall and bressss,,,, the rain came down, but we had reached the tunnel.

Passing through the tunnel this time is different, probably because the place is dark so many young couples who are both-be a pair in the tunnel, but it does not look only heard his voice alone.
Out of the tunnel even more torrential rain, forcing us to take shelter.

About an hour of new rain subsided, while enjoying our fried food and hot coffee while relaxing stretch my legs a bit tired (java: pegel)

But even more crowded parking lot because a lot of new visitors coming.
We went home, unfortunately it rained again and the rains forced us shelter for a while.

Artikel Terkait   #TravelStory Mengunjungi Kota Sejarah Ende Flores Nusa Tenggara Timur

While waiting for the rain to stop us talking to two people who also take shelter visitors. We intentionally did not reminded of the way that he defied gravity. The road was slightly uphill but the bike will crawl up and die if the machine gears zero conditions.

The rain subsided and we are ready to try going to the news. There is a sign saying "Mysterius Road". Then we tried turning off the engine and it is true, we actually rolled like a motor in derivatives. But do not think the road is uphill. The road uphill is not too common even when carefully viewed as flat.

Mystery road. At a glance as opposed to Earth's gravity force

 

Well, it rained again and the shelter again. Around 02:30 hours we arrived at the Sugar Factory Santren and back to gringging.

To my friends Pallava

As high as the mountain is still high soles of our feet!

Advertisements

Jangan lupa tinggalkan komentar ya gais

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.